Saturday, October 26, 2013

Persaingan Usaha Antara Hero Supermarket Dan Carrefour

Bisnis pasar modern sudah cukup lama memasuki industri retail Indonesia dan dengan cepat memperluas wilayahnyasampai ke pelosok daerah. Adanya pesaiangan yang pesat antara dua peretail hypermarket yaitu Hero Supermarket dan Carrefour sudah menguasai 29,2 persen pasar Indonesia.
Hero Supermarket
Hero Supermaket merupakan perusahaan publik, yang sebagian sahamnya dimiliki oleh peretail asing yang terdiri dari supermarket, Departemen Store, toko obat Guardian, mini market Star Mart,dan Hypermarket Giant yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam menangani masalah distribusi barang, Hero Supermarket membuat persyaratan baku bagi suppliernya, yaitu mempunyai produk yang berkualitas dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukanoleh perusahaan, bersedia mengirim produk ke gudang sentral atau gerai-gerai sesuai pesanan, bersedia mengirim dalam jumlah dan kualitas kontinyu, bersedia mengirim tepat waktu sesuai dengan pesanan, bersedia membayar distribusi. Strategi persaingan yang diterapkan adalah berusaha mempertahankan pelanggannya dengan menyediakanproduk-produk yang berkualitas. Dalam upaya menjaga kualitas produk Hero Supermarket mempunyai persyaratanmutu produk yang dijual, yaitu produk bermutu, tidak rusak, ukuran dengan kualifikasi tertentu, kebersihan produk, keamanan produk, kemasan produk yang baik, simple, menarik dan mencantumkan informasi kadaluwarsa serta registrasi Departemen Kesehatan.

Carrefour
 Carrefour merupakan perusahaan Perancis yang telah mengoperasikan banyak outlet di Indonesia hingga luar negeri. Sistem yang digunakan adalah pengusahaan global dengan gaya atau ciri lokal (mengizinkan perbedaan lokal, tetapi berbicara dengan bahasa yang sama). Barang yang dibutuhkan oleh Carrefour adalah unik, dalam arti sesuai selera masyarakat Indonesia. Carrefour menerapkan sistem sistem dual dalampengadaan barang yaitu langsung dengan pabrik danlewat agen/distributor. Strategi yang diterapkan, Carrefour mengambil konsep Hypermarket  dengan menawarkan berbagai jenis produk yang berkualitas tinggi tetapi dengan harga yang murah dan kenyamanan berbelanja. Manajemen Carrefour menetapkan mengambil margin keuntungan yang kecil dengan penetapan harga jualyang relatif lebih murah dibandingakan dengan retail lainnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya jaminan uang kembalijika harga di toko lain yang sejenis adalah lebih murah. Promosi penjualan dibuat hampir di semua media massa, meliputi media cetak maupun media elektronik, spanduk, reklame, stiker dan lainlainya.

Sunday, October 6, 2013

PERBANDINGAN PERKEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN INDONESIA DENGAN NEGARA LAIN

Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Kewirausahaan atau entrepreneurship saat ini sudah mulai banyak terdengar. Istilah ini seolah-olah memiliki peran yang penting di masa sekarang ini. Apalagi fakta mengatakan bahwa sudah banyak ditemukan para wirausahawan yang sukses di masa sekarang ini. Hal ini menjadi bukti bahwa kewirausahaan semakin berkembang dengan pesat di masa sekarang.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengatakan, saat ini perkembangan animo masyarakat untuk berwirausaha semakin pesat. Bentuk kewirausahaan yang dikembangkan juga semakin variatif. Ada banyak sektor usaha kreatif yang berkembang, diantaranya adalah seni pertunjukkan, film, elektronik, game, makanan, hingga fashion designer.
Selain itu, kewirausahaan sendiri sudah berperan begitu banyak bagi perekonomian suatu Negara. Dalam perekonomian nasional, wirausaha memiliki peran yang besar seperti menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi jumlah pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengkombinasikan faktor- faktor produksi(alam, tenaga kerja, modal, dan keahlian), dan meningkatkan produktivitas.
Sebagai contoh, bisa kita lihat negara Singapura yang merupakan Negara kecil tapi maju. Salah satu faktor pendorong perekonomian di Singapura adalah banyaknya wirausaha di Negara tersebut. Jadi bisa dilihat bahwa wirausaha merupakan salah satu tonggak ekonomi bagi Negara tersebut.
Selain Singapura, contoh lain Negara maju adalah Amerika Serikat. Negara ini begitu maju dikarenakan system perekonomian Negara tersebut sangat mendukung tumbuhnya lapisan ini. Entrepreneur merupakan impian bagi sebagian besar dari penduduk di sana, sebagian beranggapan menjadi wirausaha adalah jalan menuju kekayaan.
Bagaimana dengan di Indonesia? Wacana mengenai wirausaha sempat menggeliat pada tahun 90an dengan usungan program pemerintah yang bernama Gerakan Nasional Memasyarakatkan Kewirausahaan (GMNK). Setelah itu, pemerintah mulai giat juga mendorong pertumbuhan kewirausahaan khususnya melalui program- program yang dibuat oleh kementrian Koperasi dan UKM.
Belakangan ini, pembahasan mengenai kewirausahaan makin marak terutama karena banyak wirausaha-wirausaha sukses ikut berusaha untuk berpartisipasi dalam bentuk pendidikan maupun mentoring langsung ke calon wirausaha. Bisa diperhatikan kiprah dari Ciputra, Bob Sadino, Sandiaga Uno, dan lainnya yang memang sudah terkenal dalam keberhasilannya membangun bisnis.
Namun, jumlah pengangguran di Indonesia masih saja tetap tinggi. Sekitar enam ratus ribu lulusan perguruan tinggi sejak tahun 2009- 2011 masih menganggur. Ini bukti nyata bahwa perbandingan antara pencari kerja dan pencipta lapangan pekerjaan tidak berimbang. Bisa jadi pendidikan di Indoensia telah melahirkan para lulusan dengan nilai terbaik dan siap memasuki ke pasar kerja, namun kondisi yang terjadi kenaikan jumlah lapangan kerja kalah cepat dengan kenaikan jumlah lulusan.
Pembelajaran entrepreneurship bukan hanya akan menghasilkan manusia-manusia masa depan yang dapat bebas dari kemiskinan namun para entrepreneur yang bertumbuh dan berhasil adalah sumber-sumber kesejahteraan masyarakat yang dapat kita andalkan. Dari kegiatan entrepreneurship dapat kita harapkan lapangan pekerjaan baru, berbagai kutipan pajak, masyarakat yang sehat dan kota-kota yang terbangun melalui swadaya masyarakat.
Bagi para mahasiswa, menjadi entrepreneur sangatlah penting. Dengan menjadi wirausaha, otomatis lapangan kerja akan semakin bertambah. Dengan kondisi tersebut, maka angka pengangguran terutama mahasiswa yang lulus perguruan tinggi akan dapat memperoleh pekerjaan.

Sumber: http://id.wikipedia.org , http://www.ilerning.com