Monday, July 7, 2014

Museum Louvre dan Piramida Louvre

Museum Louvre (bahasa Perancis:Musée du Louvre; bahasa Inggris: the Louvre Museum) adalah salah satu museum terbesar, museum seni yang paling banyak dikunjungi dan sebuah monumen bersejarah di dunia. Museum Louvre terletak di Rive Droite Seine, Arondisemen pertama di Paris, Perancis. Hampir 35.000 benda dari zaman prasejarah hingga abad ke-19 dipamerkan di area seluas 60.600 meter persegi.
Museum ini bertempat di Istana Louvre (Palais du Louvre) yang awalnya merupakan benteng yang dibangun pada abad ke-12 di bawah pemerintahan Philip II. Sisa-sisa benteng dapat dilihat di ruang bawah tanah museum. Bangunan ini diperluas beberapa kali hingga membentuk Istana Louvre yang sekarang ini. Pada tahun 1682, Louis XIV memilih Istana Versailles sebagai kediaman pribadi, meninggalkan Louvre untuk selanjutnya dijadikan sebagai tempat untuk menampilkan koleksi-koleksi kerajaan.[5] Pada tahun 1692, di gedung ini ditempati oleh Académie des Inscriptions et Belles Lettres dan Académie Royale de Peinture et de Sculpture. Académie tetap di Louvre selama 100 tahun berikutnya. Selama Revolusi Perancis, Majelis Nasional Perancis menetapkan bahwa Louvre harus digunakan sebagai museum untuk menampilkan karya-karya bangsa.
Museum ini dibuka pada tanggal 10 Agustus 1793 dengan memamerkan 537 lukisan. Mayoritas karya tersebut diperoleh dari properti gereja dan kerajaan yang disita Pemerintah Perancis. Karena masalah struktural dengan bangunan, museum ditutup pada tahun 1796 hingga 1801. Jumlah koleksi museum meningkat di bawah pemerintahan Napoleon dan museum berganti nama menjadi Musée Napoléon. Setelah kekalahan Napoleon dalam Pertempuran Waterloo, sebagian besar karya-karya yang disita oleh pasukannya kembali ke pemilik asli mereka. Koleksi museum ini ditingkatkan lagi selama pemerintahan Louis XVIII dan Charles X, dan selama masa Imperium Perancis Kedua, museum berhasil memperoleh 20.000 koleksi. Koleksi museum terus bertambah dengan adanya sumbangan dan hadiah yang terus meningkat sejak masa Republik Perancis Ketiga. Pada tahun 2008, koleksi museum dibagi menjadi delapan departemen kuratorial: Koleksi purba Mesir, Timur Dekat, Yunani, Etruscan, Romawi, Seni Islam, Patung, Seni Dekoratif, Seni Lukis, Cetakan dan Seni Gambar.

Piramida Louvre
Piramida Louvre merupakan sebuah piramida kaca dan besi besar, dikelilingi oleh tiga piramida kecil, di taman Museum Louvre (Musée du Louvre) di Paris, Perancis. Piramida utama berperan sebagai pintu masuk utama ke museum. Selesai dibangun tahun 1989, [1] bangunan ini menjadi markah tanah bagi kota Paris.
Desain dan pembangunan
Dicetuskan oleh Presiden Perancis François Mitterrand tahun 1984, bangunan ini dirancang oleh arsitek I. M. Pei, yang bertanggungjawab atas perancangan Museum Miho di Jepang. Struktur ini, yang dibangun seluruhnya dari kaca, mencapai tinggi 20.6 meter (sekitar 70 kaki); bagian dasarnya memiliki panjang sisi 35 meter (115 kaki). Terdiri dari 603 kaca belah ketupat dan 70 kaca segitiga[2].
Piramida dan lobi bawah tanah dibagnun karena berbagai masalah dengan pintu masuk utama Louvre yang asli, yang tak dapat menangani jumlah pengunjung yang banyak setiap hari. Pengunjung yang masuk melalui piramida turun ke lobi luas dan naik ke bangunan utama Louvre. Beberapa museum lainnya telah menggunakan konsep ini, yang terkenal Museum Pengetahuan dan Industri di Chicago. Pembangunan dasar piramida dan lobi bawah tanah dilakukan oleh Dumez[3].
Rencana asli
Bahan yang padat ditujukan pada orang yang mati, tapi bahan yang tembus pandang ditujukan pada orang yang hidup



Kontroversi
Pembangunan piramida menimbulkan kontroversi karena banyak orang menganggap struktur futuristik tersebut terlihat berbeda di depan Museum Louvre dengan arsitekturnya yang klasik. Beberapa orang menuduh Mitterand mengidap penyakit "komplek Firaun". Sementara yang lainnya bangga atas gaya arsitekturnya yang kontras sebagai penggabungan berhasil antara bangunan lama dan baru, klasik dan ultra-modern.
Piramida utama adalah yang terbesar dari beberapa piramida kaca yang dibangun dekat museum, termasuk La Pyramide Inversée yang mengarah ke bawah yang berguna sebagai ventilasi bagi mall bawah tanah di depan museum.
Selama tahap perencanaan, terdapat rencana bahwa rancangannya akan meliputi sebuah puncak di piramida untuk memudahkan pembersihan kaca. Rencana ini dihapus karena pernyataan dari I. M. Pei.[rujukan?]
66 panel: sebuah legenda urban
Telah diklaim oleh beberapa orang bahwa panel kaca di Piramida Louvre berjumlah 666, "angka makhluk buas", sering dikaitkan dengan Setan. Berbagai pecinta sejarah telah berspekulasi dalam faktoid ini. Contohnya, buku François Mitterrand, Grand Architecte de l'Univers oleh Dominique Stezepfandt menyatakan bahwa "piramida ini ditujukan pada kekuatan yang digambarkan sebagai Makhluk Buas dalam Buku Pengungkapan (...) Keseluruhan struktur didasarkan pada angka 6."
Cerita 666 panel berawal di tahun 1980-an, ketika brosur asli disebarkan selama pembangunan dan memasukkan angka ini (bahkan dua kali, meskipun di beberapa halaman pertama diberitahukan jumlahnya 672 panel). Jumlah 666 juga disebutkan dalam berbagai suratkabar. Museum Louvre menegaskan bahwa piramida tersebut memiliki 673 panel kaca (603 belah ketupat dan 70 segitiga).[1] Jumlah yang lebih besar disebutkan oleh David A. Shugarts, yang menyatakan bahwa piramida ini memiliki 689 panel kaca (Secrets of the Code, disunting Dan Burstein, hal. 259). Shugarts mendapat jumlah itu dari kantor I.M. Pei. Banyak usaha untuk menghitung panel di piramida ini tidak berhasil, tapi pastinya lebih dari 666. Penghitungan cepat didasarkan pada 18 unit per sisi dengan dua tier dipindahkan di tengah di pintu masuk yang langsung menyebutkan angka 673.
Mitos ini mencuat kembali tahun 2003, ketika Dan Brown memasukannya dalam novelnya yang paling terkenal The Da Vinci Code. Di sini pelaku protagonis mengatakan bahwa "piramid ini, atas permintaan tegas Presiden Mitterand, telah dibangun dengan 666 kaca jendela - permintaan aneh yang selalu menjadi topik panas di kalangan penggemar konspirasi yang menyatakan bahwa 666 adalah angka setan" (bab 4). Tetapi, David A. Shugarts melaporkan bahwa menurut seorang jurubicara kantor I.M. Pei, Presiden Perancis tak pernah menjelaskan nomor panel yang akan digunakan pada piramida. Mengetahui bahwa rumor 666 dibicarakan di beberapa suratkabar Perancis pada pertengahan 1980-an, ia berkomentar: "Bila Anda hanya menemukan artikel lama dan belum melakukan pengecekan lebih dalam, dan sangat percaya, Anda mungkin percaya cerita 666" (Secrets of the Code, hal. 259).


No comments:

Post a Comment