Sunday, November 24, 2013

Analisis Laporan Kinerja Keuangan PT Unilever Tbk di Bulan September 2012

PT Unilever Indonesia Tbk dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasian Interim
September 2012


ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas
843,290

Piutang usaha
- Pihak ketiga
2,252,994

- Pihak berelasi
229,014

Uang muka dan piutang lain-lain
- Pihak ketiga
210,659

- Pihak berelasi
1,163

Persediaan
2,092,437

Pajak dibayar dimuka
3,558

Beban dibayar dimuka
138,401

Jumlah Aset Lancar 
5,771,516
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
5,950,914

Goodwill
61,925

Aset takberwujud
570,599

Aset lain-lain
66,956

Jumlah Aset Tidak Lancar
6,650,394
JUMLAH ASET
12,421,910

LIABILITAS

Liabilitas Jangka Pendek

Pinjaman jangka pendek
737,660


Utang usaha

- Pihak ketiga
2,593,436

- Pihak berelasi
136,051

Utang pajak
358,726

Akrual
2,377,159

Utang lain-lain

- Pihak ketiga
414,767

- Pihak berelasi
257,181

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
6,874,980

Liabilitas Jangka Panjang

Liabilitas pajak tangguhan
92,515


Kewajiban imbalan kerja
348,789

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
441,304

Jumlah Liabilitas
7,316,284


EKUITAS

Modal saham
76,300


(Modal dasar, seluruhnya ditempatkan dan disetor penuh: 7.630.000.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 10 (nilai penuh) per lembar saham)

Agio saham
15,227


Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
80,773


Saldo laba yang dicadangkan
15,260

Saldo laba yang belum dicadangkan
4,918,066

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
5,105,626

Kepentingan nonpengendali
-


Jumlah Ekuitas
5,105,626

JUMLAH LIABILITAS DAN

EKUITAS
12,421,910

PENJUALAN BERSIH
20,344,016

HARGA POKOK PENJUALAN
(9,978,454)

LABA BRUTO
10,365,562

Beban pemasaran dan penjualan
(4,283,400)

Beban umum dan administrasi
(1,160,218)

Keuntungan pelepasan aset tetap
1,487

Keuntungan pelepasan entitas anak

(Keuntungan)/kerugian selisih kurs,
bersih
1,567

Penghasilan bunga
26,131

Beban bunga
(53,744)

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN
4,902,047

Beban pajak penghasilan 
(1,248,479)

LABA PERIODE BERJALAN
3,653,568

Pendapatan komprehensif lainnya
-

JUMLAH PENDAPATAN KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN
3,653,568

Laba/jumlah pendapatan komprehensif yang dapat diatribusikan kepada:

Pemilik entitas induk
3,653,700

Kepentingan nonpengendali
(132)

3,653,568

LABA PER SAHAM DASAR
(dinyatakan dalam nilai penuh Rupiah per saham)
479





1. Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas adalah  menunjukkan  kemampuan suatu  perusahaan  untuk  memenuhi kewajiban  keuangannya  yang  harus segera  dipenuhi, atau  kemampuan   perusahaan  untuk memenuhi  kewajiban  keuangan pada saat ditagih (S. Munawir, 1995).
Rasio  likuiditas  terdiri dari :
A.      Current Ratio
Current  Ratio adalah perbandingan  antara  aktiva lancar  dan utang  lancar (Miswanto dan Eko Widodo, 1998).

Rumus  :
Current ratio      = (Aktiva Lancar / Hutang lancar)
                             =        5 771 516
                                      6 874 980
                             =        0,8395        = 83,95%
         
Current  ratio  menunjukkan  kemampuan  perusahaan  untuk  membayar  utangnya  yang harus  segera  dipenuhi dengan mengunakan aktiva lancar yang dimilikinya.

B.      Cash Ratio  (Ratio Immediate Solvency)
Aktiva  perusahaan  yang paling  likuid  adalah  kas  dan  surat   berharga. Cash  ratio  menunjukkan  kemampuan  perusahaan  untuk membayar  utang  jangka  pendek  dengan  kas  dan surat  berharga  yang dapat   segera  diuangkan. Tidak terdapat  standar  likuiditas  untuk  cash  ratio sehingga  penilaiannya  tergantung  pada  kebijakan   manajemen.

Rumus  :
Cash Ratio  = (Aktiva Lancar / Pinjaman Jangka Pendek)
                   =        5 771 516
737 660
                   =        7,82409      = 782,4%

C.      Quick Ratio (Acid Test Ratio)
Quick ratio  merupakan rasio  antara   aktiva  lancar  sesudah dikurangi  persediaan  dengan  hutang lancar. Rasio ini  menunjukkan  besarnya  alat  likuid   yang paling cepat   bisa  digunakan  untuk melunasi     hutang lancar.  Persediaan  dianggap aktiva   lancar  yang paling   tidak lancar, sebab  untuk menjadi    uang tunai  (kas)  memerlukan  dua  langkah  yakni   menjadi piutang  terlebih dulu  sebelum menjadi kas.
Rumus :
Quick Ratio        = ((Aktiva Lancar – Persediaan) / Hutang lancar))
                             =        5 771 – 2 092 437
6 874 980
                             =        0,53514       = 53,5%


2. Perputaran Piutang (Turn Over Receivable)

Rasio perputaran piutang memberikan analisa mengenai beberapa kali tiap tahunnya dana yang tertanam dalam piutang berputar dari bentuk piutang kebentuk uang tunai, kemudian kembali kebentuk piutang lagi. Rata-rata piutang kalau memungkinkan dapat dihitung secara bulanan (saldo tiap-tiap akhir bulan dibagi tigabelas) atau tahunan yaitu saldo awal tahun ditambah saldo akhir tahun dibagi dua.
Rumus :
Turn Over Receivable  (Hasil Penjualan Bersih / Piutang Usaha)
                         =     20 344 016
2 252 994
                           =     9,02977      = 902,977%

3. Rasio  Rentabilitas
Rentabilitas  suatu  perusahaan  menunjukkan   perbandingan antara  laba  dengan aktiva   atau modal  yang menghasilkan  laba tersebut. Dengan kata  lain rentabilitas  adalah  kemampuan  suatu perusahaan  untuk menghasilkan laba  selama  periode  tertentu (Bambang Riyanto, 1997,     hal 35).
Adapun  cara penilaian  Rentabilitas  adalah :

a.      Gross Provit Margin (Margin Laba Kotor)
Rumus :
GPM  = (Laba Kotor / Penjualan Bersih)
          =        10 365 652
20 344 016
          =        0,50952      = 50,95%

b.      Net Profit Margin (Margin laba kotor)
Rumus :
NPM  = (Laba setelah pajak / Total Aktiva)
          =        3 655 568
5 771 516
          =        0,63338      = 63,34%

c.       Earning Power of Total Investment
Rumus :
EPTI = (Laba sebelum pajak / total aktiva)
          =        4 902 047
5 771 516
          =        0,84935      = 84,94%

d.      Return On Equity (Pengembalian Atas Equitas)
Rumus :
ROE  = (Laba setelah pajak / ekuitas pemegang saham)
          =        3 665 562
5 105 626
          =        0,71795       = 71,8%


4.         Ratio Solvabilitas
Solvabilitas  suatu  perusahaan  menunjukkan  kemampuan  perusahaan  untuk  memenuhi  segala kewajiban   finansialnya  apabila  sekiranya   perusahaan  tersebut  pada saat itu  dilikuidasikan (Bambang Riyanto, 1995, hal 32).
Suatu  perusahaan yang solvable belum tentu likuid dan sebaliknya sebuah perusahaan yang insolvable belum tentu likuid.
Dalam  hubungan antara  likuiditas  dan solvabilitas  ada empat   kemungkinan  yang dapat   dialami  oleh perusahaan yaitu :
a.     Perusahaan yang likuid  tetapi insolvable
b.     Perusahaan  yang likuid  dan solvable
c.     Perusahaan yang solvabel  tetapi ilikuid
d.    Perusahaan  yang insolvabel  dan ilikuid
Tingkat   solvabilitas  diukur  dengan beberapa   rasio,  yaitu :

a.          Total Debt to Equity Ratio
Rumus:
Total Debt to Equity Ratio = (Total Hutang / Ekuitas Pemegang Saham)
                                           =   7 316 284
5 105 626
                                           =   1,43298       = 143,3%

b.          Total Debt  to Asset  Ratio
Rumus :
Total Debt  to Asset  Ratio = (Total Hutang / Total aktiva)
                                             = 7 316 284
5 771 516
                                             = 1,26754       = 126,8%

Makin kecil  prosentase ratio  ini berarti  makin    cepat perusahaan menjadi insolvabel. Tingkat   solvabilitas  dapat  dipertinggi  hanya dengan  jalan penambahan  modal sendiri dengan alternatif  sebagai berikut :
·         Menambah  aktiva tanpa  menambah  utang atau   menambah  aktiva relatif  lebih besar  daripada  bertambahannya  hutang.
·         Mengurangi  hutang  tanpa   mengurangi  aktiva  atau mengurangi  hutang  relatif  besar  daripada  berkurangnya  aktiva.





Saturday, October 26, 2013

Persaingan Usaha Antara Hero Supermarket Dan Carrefour

Bisnis pasar modern sudah cukup lama memasuki industri retail Indonesia dan dengan cepat memperluas wilayahnyasampai ke pelosok daerah. Adanya pesaiangan yang pesat antara dua peretail hypermarket yaitu Hero Supermarket dan Carrefour sudah menguasai 29,2 persen pasar Indonesia.
Hero Supermarket
Hero Supermaket merupakan perusahaan publik, yang sebagian sahamnya dimiliki oleh peretail asing yang terdiri dari supermarket, Departemen Store, toko obat Guardian, mini market Star Mart,dan Hypermarket Giant yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam menangani masalah distribusi barang, Hero Supermarket membuat persyaratan baku bagi suppliernya, yaitu mempunyai produk yang berkualitas dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukanoleh perusahaan, bersedia mengirim produk ke gudang sentral atau gerai-gerai sesuai pesanan, bersedia mengirim dalam jumlah dan kualitas kontinyu, bersedia mengirim tepat waktu sesuai dengan pesanan, bersedia membayar distribusi. Strategi persaingan yang diterapkan adalah berusaha mempertahankan pelanggannya dengan menyediakanproduk-produk yang berkualitas. Dalam upaya menjaga kualitas produk Hero Supermarket mempunyai persyaratanmutu produk yang dijual, yaitu produk bermutu, tidak rusak, ukuran dengan kualifikasi tertentu, kebersihan produk, keamanan produk, kemasan produk yang baik, simple, menarik dan mencantumkan informasi kadaluwarsa serta registrasi Departemen Kesehatan.

Carrefour
 Carrefour merupakan perusahaan Perancis yang telah mengoperasikan banyak outlet di Indonesia hingga luar negeri. Sistem yang digunakan adalah pengusahaan global dengan gaya atau ciri lokal (mengizinkan perbedaan lokal, tetapi berbicara dengan bahasa yang sama). Barang yang dibutuhkan oleh Carrefour adalah unik, dalam arti sesuai selera masyarakat Indonesia. Carrefour menerapkan sistem sistem dual dalampengadaan barang yaitu langsung dengan pabrik danlewat agen/distributor. Strategi yang diterapkan, Carrefour mengambil konsep Hypermarket  dengan menawarkan berbagai jenis produk yang berkualitas tinggi tetapi dengan harga yang murah dan kenyamanan berbelanja. Manajemen Carrefour menetapkan mengambil margin keuntungan yang kecil dengan penetapan harga jualyang relatif lebih murah dibandingakan dengan retail lainnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya jaminan uang kembalijika harga di toko lain yang sejenis adalah lebih murah. Promosi penjualan dibuat hampir di semua media massa, meliputi media cetak maupun media elektronik, spanduk, reklame, stiker dan lainlainya.

Sunday, October 6, 2013

PERBANDINGAN PERKEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN INDONESIA DENGAN NEGARA LAIN

Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Kewirausahaan atau entrepreneurship saat ini sudah mulai banyak terdengar. Istilah ini seolah-olah memiliki peran yang penting di masa sekarang ini. Apalagi fakta mengatakan bahwa sudah banyak ditemukan para wirausahawan yang sukses di masa sekarang ini. Hal ini menjadi bukti bahwa kewirausahaan semakin berkembang dengan pesat di masa sekarang.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengatakan, saat ini perkembangan animo masyarakat untuk berwirausaha semakin pesat. Bentuk kewirausahaan yang dikembangkan juga semakin variatif. Ada banyak sektor usaha kreatif yang berkembang, diantaranya adalah seni pertunjukkan, film, elektronik, game, makanan, hingga fashion designer.
Selain itu, kewirausahaan sendiri sudah berperan begitu banyak bagi perekonomian suatu Negara. Dalam perekonomian nasional, wirausaha memiliki peran yang besar seperti menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi jumlah pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengkombinasikan faktor- faktor produksi(alam, tenaga kerja, modal, dan keahlian), dan meningkatkan produktivitas.
Sebagai contoh, bisa kita lihat negara Singapura yang merupakan Negara kecil tapi maju. Salah satu faktor pendorong perekonomian di Singapura adalah banyaknya wirausaha di Negara tersebut. Jadi bisa dilihat bahwa wirausaha merupakan salah satu tonggak ekonomi bagi Negara tersebut.
Selain Singapura, contoh lain Negara maju adalah Amerika Serikat. Negara ini begitu maju dikarenakan system perekonomian Negara tersebut sangat mendukung tumbuhnya lapisan ini. Entrepreneur merupakan impian bagi sebagian besar dari penduduk di sana, sebagian beranggapan menjadi wirausaha adalah jalan menuju kekayaan.
Bagaimana dengan di Indonesia? Wacana mengenai wirausaha sempat menggeliat pada tahun 90an dengan usungan program pemerintah yang bernama Gerakan Nasional Memasyarakatkan Kewirausahaan (GMNK). Setelah itu, pemerintah mulai giat juga mendorong pertumbuhan kewirausahaan khususnya melalui program- program yang dibuat oleh kementrian Koperasi dan UKM.
Belakangan ini, pembahasan mengenai kewirausahaan makin marak terutama karena banyak wirausaha-wirausaha sukses ikut berusaha untuk berpartisipasi dalam bentuk pendidikan maupun mentoring langsung ke calon wirausaha. Bisa diperhatikan kiprah dari Ciputra, Bob Sadino, Sandiaga Uno, dan lainnya yang memang sudah terkenal dalam keberhasilannya membangun bisnis.
Namun, jumlah pengangguran di Indonesia masih saja tetap tinggi. Sekitar enam ratus ribu lulusan perguruan tinggi sejak tahun 2009- 2011 masih menganggur. Ini bukti nyata bahwa perbandingan antara pencari kerja dan pencipta lapangan pekerjaan tidak berimbang. Bisa jadi pendidikan di Indoensia telah melahirkan para lulusan dengan nilai terbaik dan siap memasuki ke pasar kerja, namun kondisi yang terjadi kenaikan jumlah lapangan kerja kalah cepat dengan kenaikan jumlah lulusan.
Pembelajaran entrepreneurship bukan hanya akan menghasilkan manusia-manusia masa depan yang dapat bebas dari kemiskinan namun para entrepreneur yang bertumbuh dan berhasil adalah sumber-sumber kesejahteraan masyarakat yang dapat kita andalkan. Dari kegiatan entrepreneurship dapat kita harapkan lapangan pekerjaan baru, berbagai kutipan pajak, masyarakat yang sehat dan kota-kota yang terbangun melalui swadaya masyarakat.
Bagi para mahasiswa, menjadi entrepreneur sangatlah penting. Dengan menjadi wirausaha, otomatis lapangan kerja akan semakin bertambah. Dengan kondisi tersebut, maka angka pengangguran terutama mahasiswa yang lulus perguruan tinggi akan dapat memperoleh pekerjaan.

Sumber: http://id.wikipedia.org , http://www.ilerning.com