Monday, November 23, 2015

LAPORAN


1.  Pengertian Laporan
Laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang sesuatu keadaan atau suatu kegiatan yang berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada pelapor.
Fakta yang disajikan merupakan bahan atau keterangan untuk informasi yang dibutuhkan, berdasarkan keadaan objektif yang dialami sendiri oleh pelapor (dilihat, didengar atau dirasakan sendiri) ketika pelapor telah melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan.

2.  Jenis-jenis Laporan (Formal & Informal)
Laporan Formal adalah laporan yang ditulis secara ilmiah, yaitu sebagai hasil peneliti. Biasanya isinya singkat tetapi padat dan sistematis serta logis. Laporan formal bersifat impersonal dan materinya disajikan dalam suatu pola struktur. 
Laporan Informal adalah laporan yang ditulis secara popular, yaitu menggunakan kata–kata sederhana, kadang–kadang diselingi dengan kalimat humor/lucu, yaitu laporan yang tidak memenuhi beberapa unsur formal. Laporan ini bersifat pribadi yang disesuaikan dengan kepentingan penulisannya.

3.  Unsur-unsur Dalam Menyusun Laporan
Laporan formal terdiri dari :
1.     Bagian Pendahuluan
A.   Halaman judul
B.    Halaman pengesahan (jika perlu)
C.    Halaman motto / semboyan (jika perlu)
D.   Halaman persembahan (jika perlu)
E.    Kata pengantar
F.    Daftar isi
G.   Daftar tabel (jika ada)
H.   Daftara gambar (jika ada)
I.    Daftar grafik (jika ada)
J.   Abstrak
2.    Bagian Isi
A.   Bab I : Pendahuluan
1.1   Latar belakang
1.2   Identifikasi masalah
1.3   Pembatasan masalah / ruang lingkup penelitian
1.4   Rumusan masalah
1.5   Tujuan dan manfaat
1.     Bab II  : Kajian pustaka
2.    Bab III : Metode penelitian
3.    Bab IV : Pembahasan
4.    Bab V  : Penutup
5.    Bagian Penutup
A.   Daftar pustaka
B.    Daftar lampiran
C.    Indeks atau daftar istilah

Laporan Informal terdiri dari :
1.     Laporan kunjungan, berisi :
A.   Judul laporan
B.    Tujuan
C.    Waktu pelaksanaan
D.   Hasil yang diperoleh
2.    Laporan percobaan, berisi :
A.   Judul percobaan
B.    Pelaksanaan
C.    Urusan kerja
D.   Data yang diperoleh
E.    Kesimpulan
3.    Laporan  diskusi, berisi :
A.   Topik
B.    Moderator
C.    Penyaji
D.   Jumlah peserta
E.    Masalah yang dibicarakan
F.    Pemecahan masalah
G.   Kesimpulan


4.  Contoh Laporan
Contoh Laporan Formal
A. Pendahuluan
Alhamdulillah SMP Islam Al Azhar 1 mendapat kepercayaan dari Badan Standar Nasional Pendidikan untuk mengirimkan 3 guru dalam menentukan Buku Teks Pelajaran yang layak digunakan oleh sekolah mulai dari SD sampai SMA/SMK. Setelah kami mengirimkan curriculum vitay, alhamdulillah kami memenuhi kriteria sebagai tim penilai buku teks pelajaran.
Adapun yang ditetapkan sebagai penilai buku teks pelajaran adalah Rujiman, S.Pd. (guru Bahasa Indonesia), Farikhah Afidah, S.Pd. (guru IPA), dan Sunarmi, S.Pd. (guru IPS). Kami bertiga mendapat kepercayaan untuk mengikuti Rapat Kerja Tim Penilai Buku Teks Pelajaran SD, SMP, dan SMA/SMK yang dilaksanakan di Hotel Safari Garden Bogor yang dilaksanakan pada tanggal 4 s.d. 9 Juni 2008.
B. NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini diberi nama Rapat Kerja Tim Penilai Buku Teks Pelajaran SD, SMP, dan SMA/SMK.
C. TUJUAN KEGIATAN
Tujuan kegiatan ini adalah :
1. Menilai buku teks pelajaran yang diajukan oleh penerbit untuk ditentukan kelayakannya.
2. Menentukan jenis buku teks pelajaran yang memenuhi standar mutu pendidikan
D. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan rencana yaitu tanggal 4-9 Juni 2008 di Hotel Safari Garden Bogor. Akan tetapi, karena berkat kerja keras dan profesionalisme kinerja para guru, kegiatan itu berhasil diselesaikan dalam waktu 4 hari.
E. PESERTA KEGIATAN
Peserta kegiatan terdiri atas: 200 orang guru terdiri atas guru Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Matematika, PKn, Bahasa Inggris dari jenjang SD sampai SMA/SMK. Adapun guru – guru yang diundang berasal dari sekolah-sekolah yang ada di propinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
F. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan Rapat Kerja Tim Penilai Buku Teks Pelajaran dibuka jam 13.00 WIB dan dihadiri oleh 250 orang guru yang terdiri atas guru Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Matematika, dan PKn. Selain itu hadir para dosen dan profesor yang ahli di bidangnya masing-masing sebagai supervisor. Acara dibuka oleh Kepala BSNP menilai buku teks. Setiap bidang studi perjenjang diarahkan oleh 2 supervisor. Setelah acara dibuka dilanjutkan pembekalan atau penyajian materi tentang teknik menilai buku teks dilanjutkan dengan pelatihan.
Pelatihan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan tenaga penilai yang mampu memahami kriteria teknis yang terdapat dalam instrumen penilaian dan agar penilai memiliki kemampuan menilai berdasarkan instrumen penilaian yang disusun oleh BSNP. Melalui pelatihan ini diharapkan penilai dapat memiliki pemahaman yang sama terhadap butir-butir instrumen penilaian buku teks pelajaran.
Kegiatan penilaian buku teks pelajaran dilakukan secara bertahap dengan jadwal yang sangat ketat. Tahap I jam 08.00 – 12.00 WIB, tahap II jam 14.00 – 17.00, dan tahap III jam 19.00 – 24.00 WIB. Setiap guru dikelompokkan berdasarkan mata pelajaran sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing. Setiap mata pelajaran rata-rata ada 400 buku dan 40 penilai yang terdiri atas dosen, ahli materi, guru, dan ahli grafika.
Apabila dalam penilaian terdapat perbedaan nilai lebih dari 2 maka dilakukan moderasi, yaitu kedua penilai guru dipertemukan untuk mempertanggungjawabkan hasil penilaiannya dan menentukan kesepakatan untuk nilai buku tersebut. Adapun butir-butir penilaiannya pun sangat kompleks sehingga kami dituntut ketelitian, kejelian, penalaran, dan berbagai kriteria yang menuntut kerja keras.
G. HASIL KEGIATAN
Adapun hasil kegiatan Rapat Kerja Penilai Buku Teks adalah sebagai berikut:
1. Kami bertiga berhasil menyelesaikan penilaian buku sebanyak 44 buku dengan rincian: Bahasa Indonesia SD kelas I-VI sebanyak 12 buku, IPA SD kelas I – VI sebanyak 14 buku, dan IPS SD kelas I – VI sebanyak 18 buku.
2. Memperoleh pengalaman yang berharga menjadi penilai buku sehingga dapat memperkaya pengetahuan untuk menjadi penulis buku.
3. Melakukan sharing penilaian buku berbagai jenjang pendidikan sehingga dapat menentukan sistematika penyajian materi pembelajaran mulai SD sampai SMA.
4. Dapat menularkan pengetahuan dan pengalaman kepada guru-guru dalam kegiatan MGMP sehingga dapat membantu menentukan kelayakan buku yang akan digunakan secara seragam di SMP Islam Al Azhar.
5. Mempromosikan Al Azhar sebagai lembaga pendidikan yang dapat dibanggakan.
H. ANGGARAN BIAYA
Adapun anggaran biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan tersebut adalah biaya transportasi perjalanan sebesar Rp 500.000,00 dengan rincian biaya penggantian bensin, tol, dan tip sopir antar jemput. Hal ini dilakukan karena tidak ada kendaraan YPI yang bisa digunakan untuk mengantar dan menjemput kami.
I. PENUTUP
Demikian laporan pertanggungjawaban kegiatan ini kami sampaikan. Panitia mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pimpinan SMP Islam Al Azhar 1 dan YPI Al Azhar yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik.

Contoh Laporan Informal
Benda di dunia dapat dikelompokkan atas persamaan
dan perbedaannya. Dengan pengelompokan, benda-
benda itu lebih mudah dipelajari. Semua benda di dunia
ini dapat diklasifikasi menjadi dua kelompok, yaitu benda
hidup dan benda mati.
Yang pertama sering disebut makhluk hidup dan yang kedua
disebut makhluk mati. Benda hidup mempunyai ciri-ciri
umum, seperti bergerak, bernapas, tumbuh, dan mempunyai
keturunan. Benda hidup juga membutuhkan makanan. Benda
mati dibedakan dari benda hidup karena benda mati tidak
mempunyai ciri-ciri umum tersebut. Kera, tumbuh-tumbuhan,
ikan, dan bunga adalah contoh benda hidup. Sementara itu,
kaca, air, plastik, baja, dan oksigen adalah contoh benda mati.
Benda hidup dapat dikelompokkan lagi menjadi binatang dan
tumbuh-tumbuhan. Pengelompokan itu dilakukan karena keduanya
berbeda dalam beberapa hal. Tumbuh-tumbuhan tidak dapat
bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Tumbuh-tumbuhan tidak
mempunyai otak, jantung, paru-paru, dan darah, tetapi hidup.
Selain itu, tumbuh-tumbuhan dapat melakukan sesuatu yang
sangat penting yang tidak dapat dilakukan oleh binatang. Tumbuh-
tumbuhan dapat menghasilkan makanan sendiri, sedangkan
binatang tidak. Rumput, gandum, dan tanaman keras adalah
jenis tumbuhtumbuhan. Namun, tidak semua tumbuh-tumbuhan
mempunyai bunga. Oleh karena itu, tumbuh-tumbuhan dapat
dikelompokkan menjadi tumbuh-tumbuhan berbunga dan
tumbuh-tumbuhan tidak berbunga. Mawar, jagung, dan tanaman
buah mempunyai bunga, tetapi jamur, lumut, dan pakis tidak.
Selanjutnya, binatang dapat dibagi menjadi vertebrata dan invertebrata.
Vertebrata mempunyai tulang belakang yang meliputi manusia,
burung, anjing, katak, dan lain-lain, sedangkan invertebrata tidak
mempunyai tulang belakang yang meliputi ubur-ubur, kupu-kupu,
dan laba-laba. Terdapat lima kelompok vertebrata, yaitu mamalia,
burung, amfibia, reptilia, dan ikan





Thursday, November 5, 2015

KEGIATAN MENULIS PERGURUAN TINGGI

1.  Tahapan dalam Penulisan di Perguruan Tinggi
Secara umum, tahap-tahap yang perlu dilakukan dalam menyusun karangan ilmiah dibagi menjadi lima tahap, yaitu:
·         Tahap Persiapan
Tahap awal yang perlu dilakukan dalam menulis karangan ilmiah. Tahap ini terdiri dari, memilih topik, menentukan judul, dan membuat kerangka karangan. Topik yang dipilih sebaiknya topik yang menarik dan diketahui oleh penulis. Selain itu, topik yang baik adalah topik yang mempunyai lingkup yang terbatas. Setelah menentukan topik langkah selanjutnya adalah menentukan judul. Penentuan judul dalam karangan ilmiah dapat dilakukan dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan apa, mengapa, di mana, kapan, bagaimana. Selain itu, dalam membuat sebuah karangan ilmiah judul haruslah berupa frasa bukan kalimat. Langkah terakhir dalam tahap persiapan adalah menentukan kerangka karangan. Kerangka ini nantinya akan membantu dalam proses penulisan karangan. Selain itu, kerangka inilah yang akan menjadi acuan dalam membuat karangan sehingga akan menjadi runtut dan teratur dalam memaparkan atau menganalisis masalah.
·         Tahap Pengumpulan Data
Data dapat diperoleh dari beberapa sumber yaitu, media dan lapangan. Data yang diperlukan dapat diperoleh dari media, antara lain buku, koran, majalah, internet, ataupun media yang lain. Selain itu, data juga dapat diperoleh langsung di dalam lapangan. Data yang berasal dari lapangan dapat diperoleh dengan cara pengamatan, wawancara, atau eksperimen. Data yang dikumpulkan haruslah data yang relevan dengan karangan yang akan dibuat.
·         Tahap Pengorganisasian atau Pengonsepan
Data yang telah kita peroleh dibagi berdasarkan jenis, sifat, atau bentuk. Pada tahap ini dilakukan pengolahan dan penganalisisan data dengan menggunakan teknik yang diperlukan. Misalnya, data yang bersifat kuantitatif dapat diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik atau metode statistik. Setelah data diolah dan dianalisis, kemudian dapat dilakukan pengonsepan karangan ilmiah sesuai dengan kerangka yang telah dibuat.
·         Tahap Pemeriksaan atau Penyuntingan Konsep
Dalam tahap ini dilakukan pemeriksaan terhadap konsep yang saling bertentangan maupun yang berulang-ulang. Dalam tahap ini, penjelas yang tidak diperlukan maka akan dibuang, sedangkan penjelas baru yang akan mendukung karangan akan ditambahkan untuk menunjang pembahasan.
·         Tahap Penyajian
Dalam penyajian karangan ilmiah haruslah diperhatikan dari segi bahasa dan bentuk penyajian. Kalimat yang digunakan dalam menulis karangan ilmiah harus sesuai dengan standar Bahasa Indonesia yang baku. Sedangkan dalam bentuk penyajian, perlu diperhatikan urutan unsur-unsur karangan dan ketentuan yang berlaku.

2.  Contoh Penulisan
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
            Menulis karya ilmiah tidak sama dengan menulis tulisan popular.  Menulis karya ilmiah mempunyai aturan-aturan dan teknik tertentu yang harus diikuti.  Dalam dunia ilmiah kita ketahui bahwa ilmu dan  pengetahuan didahului oleh ilmu dan pengetahuan sebelumnya, sehingga sebelum menulis tentu didahului dengan mengumpulkan informasi ilmu dan pengetahuan sebelumnya, sehingga menulis tidak dapat dipisahkan dengan membaca.  Dalam dunia perpustakaan istilah pencarian informasi dikenal dengan penelusuran literatur.  Maka beruntunglah pustakawan cukup mempunyai bekal dengan memiliki pengetahuan penelusuran literatur. 
            Menulis harus diawali dengan munculnya ide/gagasan tentang suatu topik.  Ide/gagasan muncul bisa dari si penulis sendiri tetapi dapat juga atas permintaan. Gagasan atau ide dapat diciptakan oleh si calon penulis dengan cara membaca situasi/kondisi atau membaca-baca literatur. Selanjutnya adalah tergantung mengembangkan ide dan hasil penelusuran menjadi bermanfaat melalui suatu tulisan. 
            Tulisan karya ilmiah sama pentingnya dengan pelaksanaan penelitian karena hasil penelitian yang tidak dituangkan kedalam laporan atau bahkan diterbitkan orang tidak akan tahu apa yang telah dilakukan.  Oleh karena itu menulis harus dipahami oleh orang yang membacanya. Menulis tulisan ilmiah yang efektif tidaklah mudah.  Pada umumnya tulisan yang baik akan  dapat dibaca dan dipahami oleh orang yang bukan bidangnya stsu orang yang baru mempelajarinya.
            Hasil penelitian Hermanto (2004) menunjukkan bahwa faktor penghambat pustakawan  menulis artikel umumnya adalah rendahnya .kemampuan dan minat menulis, hampir seluruh responden yang diteliti menyarankan adanya pelatihan menulis artikel, sedangkan Sulistyo-Basuki (1997) mengatakan bahwa pustakawan yang mengikuti majalah profesi sangat minim sekali.  
            Maksud tulisan ini adalah menjelaskan tentang tata cara penulisan ilmiah bagi pustakawan dengan tujuan sebagai salah satu referensi untuk menulis karya ilmiah bagi peserta kursus pustakawan  Setelah mengikuti diklat ini daharapkan ditindaklanjuti dengan memulai menulis, karena tanpa pengalaman menulis tidak dapat meningkatkan peran pustakawan sendiri.
________________________________________________________________________
*   ) Disampaikan pada Diklat Alih Ajar se Propinsi Jawa Tengah
** ) Kepala Bidang Informasi – Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah – LIPI
RUANG LINGKUP
Tulisan ini khususnya membahas tentang penulisan ilmiah: faktor penting dan penyiapan dalam penulisan, serta tidak dapat dihindari adanya pengetahuan tentang jenis-jenis terbitan, juga hal-hal yang berkaitan dengan penulisan ilmiah bagi pustakawan.  Makalah ini ditulis dengan tata ururt sebagai berikut :
1.     Pendahuluan.
2.     Faktor-faktor penting.
3.     Penyiapan penulisan ilmiah
4.     Format tulisan ilmiah
5.     Tahap-tahap membuat tulisan ilmiah.
6.     Perbedaan penerbitan ilmiah dan populer
7.     Angka kredit karya Ilmiah dan bagi pustakawan.
8.     Penutup.
Sebelum membahas lebih jauh, perlu persamaan pemahaman terlebih dahulu tentang batasan karya tulis ilmiah, karya ilmiah, dan karya tulis populer.
Karya tulis ilmiah adalah
            Tulisan yang disusun oleh orang atau sekelompok orang (tim) yang melakukan penelitian/kajian. Karya ini mempunyai bertujuan menjelaskan secara akurat prosedur/metode yang berlaku dan menyajikan hasil penelitian .  Karya ini ditulis dengan format standard: abstrak, pendahuluan, bahan dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, serta daftar pustaka.
Contoh:
            Laporan penelitian
           Skripsi
            Tesis/Disertasi
            Tugas akhir
            Makalah hasil penelitian
Karya  ilmiah adalah:
            Tulisan/artikel yang ditulis oleh orang atau sekelompok orang (tim)  dibidangnya dan berpengalaman. Tulisan  bukan berasal dari hasil penelitian/kajian tetapi berasal dari gagasan atau tinjauan literatur yang bersifat ilmiah dan ditulis berdasarkan kaidah ilmiah.
Namun format tulisan tidak perlu mengikuti standar karya tulis ilmiah.
Contoh:
            Proposal
            Ringkasan eksekutif
            Makalah bahan ajar dan modul
            Tinjauan literatur         
Penulisan ilmiah populer
Karya ilmiah yang disajikan dalam tulisan populer dengan tujuan dibaca oleh pembaca umum.  Ditulis oleh ilmuwan dibidangnya, maupun oleh orang lain yang bukan di bidangnya namun dapat menyajikan secara populer.
Contoh:    
            Artikel-artikel yang dimuat di majalah Baca.
                                   
           
2. Faktor-faktor Penting
            Faktor-faktor penting dari sebuah tulisan ilmiah yang dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh pembaca (masyarakat ilmiah/non ilmmiah) antara lain :
1.     Kemampuan berbahasa tertulis : dengan menggunakan bahasa yang benar
2.     Topiknya:
1.      up to date dan atau
2.     sesuai dengan keinginan dan yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat pembaca,
3.     memberikan solusi
4.     bukan hasil karya orang lain/meniru bahkan menjiplak
3.     Bahasanya mudah dimengerti oleh pembaca
4.     Tata cara penulisan sesuai kaidah penulisan ilmiah dan konsisten
1.     Penetapan judul
2.     Penulisan kalimat
3.     Penyusunan paragraf
4.     Kesinambungan antar paragraf
5.     Tujuan menulis
6.     Pengumpulan data
7.     Penelusuran
8.     Penulisan sumber serta cara pengutipan:
Referensi yang digunakan tidak ketinggalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
3. Penyiapan Penulisan Ilmiah
            Suatu tulisan ilmiah akan dibaca oleh orang lain, bahkan akan diguanakan sebagai acuan dalam sebuah penulisan.  Dalam ilmu perpustakaan dikenal dengan istilah sitiran.  Penggunaan sumber referensi tulisan orang berarti menyitir (citing), sedangkan tulisan yang digunakan sebagai acuan dinamakan disitir (Cited).  Oleh sebab itu sebelum memulai menulis diperlukan persiapan terlebih dahulu, berikut adalah petunjuk penyiapan penulisan ilmiah:
1.Mengorganisir informasi:
    Mengumpulkan seluruh karya atau informasi yang berkaitan dalam suatu map
2. Mengidentifikasi pembaca
     Karya  yang akan ditulis sangat ditentukan oleh tingkat pemahaman dan minat pembaca misalnya :

Tabel 1. TARGET PEMBACA TULISAN ILMIAH

JENIS TULISAN ILMIAH
PEMBACA
TARGET

Thesis
Penguji
Menilai hasil,
penilaian
Paper
Referensi ilmiah – referensi publik
Cek orisinalitas, kualitas, suitabel
Menyaring informasi
Proposal riset/penelitian
Pengambil  kebijakan penelitian
Menilai kualitas dan kesesuaian dengan kegiatan
Artikel Populer
Umum
Diinformasikan kepada pembaca baru untuk kesenangan
3. Menetapkan tujuan
            Menentukan subjek, masalah khusus yang menjadi isue,  apa yang telah      dihasilkan pada karya terdahulu, metode apa yang akan digunakan untuk   mencapai tujuan. 
4. Membuat outline
            Biasanya satu atau dua halaman akan merinci atau membagi item menjadi  
            item yang lebih kecil.  Selain itu juga untuk menghindari overlaping isi
            tulisan
5. Kejelasan
            Tulisan yang tidak rapi, membingungkan, mengaburkan dan menyesatkan   pembaca hampir pasti akan berdampak yang buruk pada masyarakat        ilmiah 

6. Kejujuran dan kepercayaan
            Dengan membaca artikel yang ditulis diharapkan akan menambah   pengetahuan dan pengalaman bagi pemcacanya.  Hindari istilah yang      menyangatkan atau luar biasa.
7. Penyusunan draf pertama kemudian dikoreksi ulang selanjutnya penyelesaian akhir penulisan 
4. Format karya tulis ilmiah adalah     
1.                                     i.            Abstrak : Suatu abstrak disusun untuk keperluan pembaca atau pemakai,  yang merupakan versi ringkas atau poin terpenting dari isi dokumen, sehingga akan membantu bagi pembaca/pemakai apakah suatu dokumen bernilai atau tidak  bagi seseorang. 
2.                                   ii.            Kata kunci (keywords)
3.                                 iii.            Pendahuluan : Bagian ini biasanya berisi latar belakang penulisan, tujuan penulisan atau menggambarkan apa yang akan disampaikan dalam tulisan, jelas, tidak terlalu berlebihan
4.                                 iv.            Bahan dan Metode ( apabila dalam penelitian )
5.                                   v.            Penutup atau Kesimpulan: Bagian ini merangkumkan pokok-pokok yang menarik dan bagian-bagian ini semestinya sudah muncul pada bagian isi.
6.                                 vi.            Daftar Pustaka / Referensi : berisi sumber rujukan yang digunakan dalam penulisan ilmiah tersebut.  Ditulis dengan menggunakan format yang baik dan rinci serta standar sesuai dengan jenis dokumennya.  Misalnya untuk jurnal berbeda dengan tesis atau laporan penelitian dsb.
7.                               vii.            Tabel dan gambar
viii      Gaya penulisan artikel pada jurnal ilmiah :
§  Sistematika penulisan bab taat asas
§  Artikel merupakan hasil penelitian
§  Diikuti dengan gambar, tabel atau grafik
§  Cara pengutipan mengikuti aturan baku
§  Pencantuman nama penulis tanpa gelar diikuti dengan alamat penulis
§  Abstrak berbahasa Inggris diikuti dengan kata kunci (keyword)
§  Sumber acuan mutakhir  dan lebih banyak jurnal

Kita bandingkan dengan format tulisan populer  yang hanya terdiri atas judul, pendahuluan, isi dan kesimpulan.  Tulisan populer tidak harus menggunakan daftar referensi. 
5. Beda terbitan ilmiah dan terbitan popular
Salah satu ciri terbitan ilmiah adalah memuat artikel yang ditulis oleh pakar yang berpengalaman di bidangnya . Terbitan ilmiah lebih ditujukan pada pembaca yang ingin menambah informasi lebih ilmiah dari pada terbitan populer.
Berikut perbedaan kriteria antara terbitan ilmiah dan terbitan popular.
Tabel 2. Perbedaan Kriteria Terbitan Ilmiah dan Terbitan Populer

NO
KRITERIA
TERBITAN ILMIAH
( JURNAL)
TERBITAN POPULER
( MAJALAH )
1.
Iklan
Sedikit, biasanya untuk terbitan atau jasa sesuai dengan disiplin/bidang yang dicakup
Banyak iklan, hampri memenuhi halaman dan berwarna
2.
Penampilan
Jelas, sederhana, hitam-putih, berisi gamar, grafik dan tabel
Menarik, mengkilap dengan gambar atau foto berwarna dan ilustrasi
3.
Pembaca
Kalangan ilmiah: mahasiswa, dosen, peneliti
Umum
4.
Penulis
Ditulis oleh kalangan akademik di bidangnya
Jurnalis yang tidak memiliki keahlian di suatu bidang
5.
Redaksi


6.
Bahasa
Menggunakan bahasa ilmiah dan teknis sesuai disiplin/bidang yang dicakkup
Menggunakan perbendaharaan yang sederhana, bukan teknis, dapat dibaca sebagian besar masyarakat
7.
Tujuan/Maksud
Melaporkan hasil penelitian/kajian yang orisinil dengan dengan percobaan, metode dan teori
Menginformasikan atau menghibur pembaca, menjual produk atau mempromosikan sesuatu
8.
Sumber dokumentasi
Catatan kaki dan bibliografi
Sumber jarang disebutkan/disitir
9.
Contoh Referensi


Untuk mengirimkan tulisan ilmiah kita untuk dipublikasikan lebih baik kita ketahui terlebih dahulu jenis jurnal atau majalahnya, hal ini penting karena disesuaikan dengan isi tulisan yang akan dimuat serta dalam rangka penghitungan angka kredit.
Tulisan ilmiah dapat dipublikasikan ke majalah ilmiah maupun majalah populer dengan kriteria tersebut di atas.  Sebagai perbandingan berikut adalah Perbandingan publikasi berseri yaitu majalah ilmiah, majalah semi ilmiah dan majalah populer berdasarkan SK Kepala LIPI No. 722/Kep/H.1/83 Tentang Pedoman dan Persyaratan teknis penerbitan publikasi LIPI:
Tabel 3. Penerbitan Majalah Ilmiah, Majalah semi Ilmiah dan Majalah populer 
URAIAN
Majalah Ilmiah (Jurnal)
Majalah Semi Ilmiah
Majalah populer
Ruang lingkup
Bidang keilmuan/spesialisasi yang menjadi tugas lembaga
Bidang keilmuan/spesialisasi yang menjadi tugas lembaga secara umum
Bidang keilmuawan secara umum
Jadwal terbit (frekuensi)
Sekurang-kurangnya setahun sekali
Sekurang-kurangnya setahun sekali
Sekurang-kurangnya dua kali setahun
Jumlah halaman
Sekurang-kurangnya 50 halaman
Sekurang-kurangnya 50 halaman
Sekurang-kurangnya 30 halaman  sekali terbit
Format
Ukuran dan jenis kertas, tipe huruf, tata letak dsb ditetapkan tersendiri oleh redaksi majalah ybs
Ukuran dan jenis kertas, tipe huruf, tata letak dsb, ditetapkan oleh redaksi majalah ybs
Ukuran dan jenis kertas, tipe huruf, tata letak dsb, ditetapkan oleh redaksi majalah ybs
Bahasa
Indonesia dengan abstrak dalam bahasa Inggris atau bahasa Inggris dengan abstrak bahasa Indonesia
Indonesia dengan abstrak dalam bahasa Inggris dengan terjemahan bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia
 ANGKA KREDIT BAGI PUSTAKAWAN
Kegiatan menulis bagi pustakawan tingkat terampil maupun tingkat ahli dikategorikan ke dalam kegiatan pengembangan profesi (Poin IV), yaitu Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang perpusdokinfo yang terdiri atas beberapa kegiatan:
Tabel 4. RINCIAN KEGIATAN PUSTAKAWAN DAN ANGKA KREDITNYA
KEGIATAN
RINCIAN
A K
a. Karya tulis ilmiah,   hasil penelitian, pengkajian survey dan atau evaluasi di bidang perpusdokinfo yang dipublikasikan

1.        i.   Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional, setiap judul
2.      ii.   Dalam makalah yang diakui oleh instansi yang berwenang setiap naskah

12.5



  6
1.     Karya tul      b. karya ilmiah hasil penelitian,pengkajian survey, dan atau evaluasi di bidang perpusdokinfo yang tidak dipublikasikan, tetapi didokumentasikan di perpustakaan

1.     Dalam bentuk buku, setiap judul
2.     Dalam makalah, setiap naskah

  8

  4
c. Karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang perpusdokinfo yang dipublikasikan
i Dalam bentuk buku yang diterbitkan atau diedarkan secara nasionalsetiap judul
ii Dalam makalah yang diakui oleh instansi yang berwenang

  8


  4
d.Makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah dan analisis hasil uji coba dalam bidang perpusdokinfo yang tidak dipublikasikan, tetapi didokumentasikan dalam bentuk makalah, setiap naskah



 3.5
e. Karya tulis/karya ilmiah popular di bidang perpusdokinfo setiap tulisan yang merupakan satu kesatuan yang disebarluaskan melalui media massa, setiap naskah



 2
f. Karya tulis berupa prasaran, tinjauan, gagasan atau ulasan ilmiah yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah diklat dan sejenisnya, setiap naskah



  2.5
 Contoh Tulisan Yang Dapat Dihasilkan Bagi Pustakawan
Hartono, Hari.  Solusi pustakawan profesional yang diperlukan bagi masa depan Indonesia.  Media Pustakawan: media komunikasi antar pustakawan,10(3)2003:12-15 
Suwahyono, Nurasih dan Sri Purnomowati. Pedoman penampilan majalah ilmiah Indonesia. Jakarta: Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI, 2002.38 hal.
Sri Hartinah; Davis, M.; Hydari, A.; Kent, P. (2001). Indonesian nutrition research papers 1979-2000: A bibliometric analysis. In: 8th International Conference on Scientometrics and Informetrics: Proceedings – ISSI-2001. Sydney Australia, 16-20 July.Sydney: Bibliometric and Informetric Research Group (BIRG), University ofNew South Wales (UNSW), pp.225-234.

PENUTUP
Teori penulisan ilmiah baik berupa karya tulis maupun karya ilmiah lainnya sangatlah luas untuk dipelajari yaitu mulai dari penyiapan, struktur format, aturan penulisan sampai pada penggunaan gaya bahasa .  Namun hal yang sangat penting adalah latihan dan membiasakan diri untuk menulis, karena menyampaikan teori penulisan sama saja dengan menyampaikan teoti cara berenang.  Teori ini tidak akan dapat bermanfaat apabila tidak langsung dipraktekan atau latihan.  Dari latihan akan muncul pengalaman-pengalaman dan akan semakin baik.  Banyak buku yang membahas teori penulisan dari sudut pandang yang berbeda-beda.  Makalah ini adalah sebagian kecil dari teori penulisan ilmiah secara keseluruhan, karena Diklat ini dikhususkan untuk para pustakawan sehingga lebih banyak ditujukan bagi pustakawan Indonesia.  

Daftar  Pustaka
Ashby, Mike. 2000. How to write a paper.  Cambridge: Engineering Department, University of Cambridge. 37 p.
D’Hoker, Eric. 2004. Guideline for scientific writing. Los Angeles: University of  California, Department of Phisic and Astronomy. 9 p.
Dharma, Surya. 2002. Kebijakan pengembangan jurnal ilmiah di Perguruan Tinggi..           Disajikan Dalam rangka Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah 21-25 Oktober     2002.di Universitas Tanjungpura. Departemen Pendidikan Nasional
Gopen, George D and Judith A. Swan.  1990.  The Science of scientific writing.    American Scientist, 78(Nov-Dec): 550-558. Retype in internet
Hermanto. 2004. Faktor penghambat pustakawan menulis artikel di surat kabar. Jurnal       Perpustakaan Pertanian, 13 (2): 25-32
RI-Departemen Pertanian. 1998. Pedoman Penulisan laporan dan atau publikasi ilmiah. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 16 hlm.
RI-Perpustakaan Nasional.2004. Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI
No. 10 Tahun 2004. Tenttang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya. 135 hlm.
Characteristics of scholarly and popular writing. UBC
Schulman, E Robert. How to Write a Scientific Paper. Annals of Improbable Research
            2 (5): 8
Sobary, Mohamad. 1997. Proses penulisan populer. Makalah disampaikan untuk Seminar Sehari Penulisan Ilmiah dan Populer. IPI Jakarta Selatan
Sulistyo-Basuki. 1997. Penulisan Makalah dan buku Ilmiah. Makalah disampaikan untuk   Seminar Sehari Penulisan Ilmiah dan Populer. IPI Jakarta Selatan.

Sumber: Arifin, E. Zaenal.1998. Dasar-dasar Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.