1. Tahapan dalam Penulisan di Perguruan Tinggi
Secara umum, tahap-tahap yang perlu dilakukan dalam menyusun
karangan ilmiah dibagi menjadi lima tahap, yaitu:
·
Tahap Persiapan
Tahap awal yang perlu dilakukan dalam
menulis karangan ilmiah. Tahap ini terdiri dari, memilih topik, menentukan judul,
dan membuat kerangka karangan. Topik yang dipilih sebaiknya topik yang menarik
dan diketahui oleh penulis. Selain itu, topik yang baik adalah topik yang
mempunyai lingkup yang terbatas. Setelah menentukan topik langkah selanjutnya
adalah menentukan judul. Penentuan judul dalam karangan ilmiah dapat dilakukan
dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan apa, mengapa, di mana, kapan,
bagaimana. Selain itu, dalam membuat sebuah karangan ilmiah judul haruslah
berupa frasa bukan kalimat. Langkah terakhir dalam tahap persiapan adalah
menentukan kerangka karangan. Kerangka ini nantinya akan membantu dalam proses
penulisan karangan. Selain itu, kerangka inilah yang akan menjadi acuan dalam
membuat karangan sehingga akan menjadi runtut dan teratur dalam memaparkan atau
menganalisis masalah.
·
Tahap Pengumpulan Data
Data dapat diperoleh dari beberapa
sumber yaitu, media dan lapangan. Data yang diperlukan dapat diperoleh dari
media, antara lain buku, koran, majalah, internet, ataupun media yang lain.
Selain itu, data juga dapat diperoleh langsung di dalam lapangan. Data yang
berasal dari lapangan dapat diperoleh dengan cara pengamatan, wawancara, atau
eksperimen. Data yang dikumpulkan haruslah data yang relevan dengan karangan
yang akan dibuat.
·
Tahap Pengorganisasian atau
Pengonsepan
Data yang telah kita peroleh dibagi
berdasarkan jenis, sifat, atau bentuk. Pada tahap ini dilakukan pengolahan dan
penganalisisan data dengan menggunakan teknik yang diperlukan. Misalnya, data yang
bersifat kuantitatif dapat diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik atau
metode statistik. Setelah data diolah dan dianalisis, kemudian dapat dilakukan
pengonsepan karangan ilmiah sesuai dengan kerangka yang telah dibuat.
·
Tahap Pemeriksaan atau Penyuntingan Konsep
Dalam tahap ini dilakukan pemeriksaan
terhadap konsep yang saling bertentangan maupun yang berulang-ulang. Dalam
tahap ini, penjelas yang tidak diperlukan maka akan dibuang, sedangkan penjelas
baru yang akan mendukung karangan akan ditambahkan untuk menunjang pembahasan.
·
Tahap Penyajian
Dalam penyajian karangan ilmiah
haruslah diperhatikan dari segi bahasa dan bentuk penyajian. Kalimat yang
digunakan dalam menulis karangan ilmiah harus sesuai dengan standar Bahasa
Indonesia yang baku. Sedangkan dalam bentuk penyajian, perlu diperhatikan
urutan unsur-unsur karangan dan ketentuan yang berlaku.
2. Contoh Penulisan
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Menulis karya ilmiah tidak sama dengan menulis tulisan popular. Menulis
karya ilmiah mempunyai aturan-aturan dan teknik tertentu yang harus
diikuti. Dalam dunia ilmiah kita ketahui bahwa ilmu dan pengetahuan
didahului oleh ilmu dan pengetahuan sebelumnya, sehingga sebelum menulis tentu
didahului dengan mengumpulkan informasi ilmu dan pengetahuan sebelumnya,
sehingga menulis tidak dapat dipisahkan dengan membaca. Dalam dunia
perpustakaan istilah pencarian informasi dikenal dengan penelusuran literatur.
Maka beruntunglah pustakawan cukup mempunyai bekal dengan memiliki pengetahuan
penelusuran literatur.
Menulis harus diawali dengan munculnya ide/gagasan tentang suatu topik.
Ide/gagasan muncul bisa dari si penulis sendiri tetapi dapat juga atas
permintaan. Gagasan atau ide dapat diciptakan oleh si calon penulis dengan cara
membaca situasi/kondisi atau membaca-baca literatur. Selanjutnya adalah
tergantung mengembangkan ide dan hasil penelusuran menjadi bermanfaat melalui
suatu tulisan.
Tulisan karya ilmiah sama pentingnya dengan pelaksanaan penelitian karena hasil
penelitian yang tidak dituangkan kedalam laporan atau bahkan diterbitkan orang
tidak akan tahu apa yang telah dilakukan. Oleh karena itu menulis harus
dipahami oleh orang yang membacanya. Menulis tulisan ilmiah yang efektif
tidaklah mudah. Pada umumnya tulisan yang baik akan dapat dibaca
dan dipahami oleh orang yang bukan bidangnya stsu orang yang baru
mempelajarinya.
Hasil penelitian Hermanto (2004) menunjukkan bahwa faktor penghambat
pustakawan menulis artikel umumnya adalah rendahnya .kemampuan dan minat
menulis, hampir seluruh responden yang diteliti menyarankan adanya pelatihan
menulis artikel, sedangkan Sulistyo-Basuki (1997) mengatakan bahwa pustakawan
yang mengikuti majalah profesi sangat minim sekali.
Maksud tulisan ini adalah menjelaskan tentang tata cara penulisan ilmiah bagi
pustakawan dengan tujuan sebagai salah satu referensi untuk menulis karya
ilmiah bagi peserta kursus pustakawan Setelah mengikuti diklat ini
daharapkan ditindaklanjuti dengan memulai menulis, karena tanpa pengalaman
menulis tidak dapat meningkatkan peran pustakawan sendiri.
________________________________________________________________________
*
) Disampaikan pada Diklat Alih Ajar se Propinsi Jawa Tengah
** ) Kepala
Bidang Informasi – Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah – LIPI
RUANG LINGKUP
Tulisan ini
khususnya membahas tentang penulisan ilmiah: faktor penting dan penyiapan dalam
penulisan, serta tidak dapat dihindari adanya pengetahuan tentang jenis-jenis
terbitan, juga hal-hal yang berkaitan dengan penulisan ilmiah bagi
pustakawan. Makalah ini ditulis dengan tata ururt sebagai berikut :
1.
Pendahuluan.
2.
Faktor-faktor penting.
3.
Penyiapan penulisan ilmiah
4.
Format tulisan ilmiah
5.
Tahap-tahap membuat tulisan ilmiah.
6.
Perbedaan penerbitan ilmiah dan populer
7.
Angka kredit karya Ilmiah dan bagi pustakawan.
8.
Penutup.
Sebelum membahas lebih jauh, perlu
persamaan pemahaman terlebih dahulu tentang batasan karya tulis ilmiah, karya
ilmiah, dan karya tulis populer.
Karya tulis ilmiah adalah
Tulisan yang disusun oleh orang atau sekelompok orang (tim) yang melakukan
penelitian/kajian. Karya ini mempunyai bertujuan menjelaskan secara akurat
prosedur/metode yang berlaku dan menyajikan hasil penelitian . Karya ini
ditulis dengan format standard: abstrak, pendahuluan, bahan dan metode, hasil
dan pembahasan, kesimpulan, serta daftar pustaka.
Contoh:
Laporan penelitian
Skripsi
Tesis/Disertasi
Tugas akhir
Makalah hasil penelitian
Karya ilmiah adalah:
Tulisan/artikel yang ditulis oleh orang atau sekelompok orang (tim)
dibidangnya dan berpengalaman. Tulisan bukan berasal dari hasil
penelitian/kajian tetapi berasal dari gagasan atau tinjauan literatur yang
bersifat ilmiah dan ditulis berdasarkan kaidah ilmiah.
Namun format
tulisan tidak perlu mengikuti standar karya tulis ilmiah.
Contoh:
Proposal
Ringkasan eksekutif
Makalah bahan ajar dan modul
Tinjauan literatur
Penulisan ilmiah populer
Karya ilmiah
yang disajikan dalam tulisan populer dengan tujuan dibaca oleh pembaca
umum. Ditulis oleh ilmuwan dibidangnya, maupun oleh orang lain yang bukan
di bidangnya namun dapat menyajikan secara populer.
Contoh:
Artikel-artikel yang dimuat di majalah Baca.
2. Faktor-faktor Penting
Faktor-faktor penting dari sebuah tulisan ilmiah yang dapat dibaca dan
dimanfaatkan oleh pembaca (masyarakat ilmiah/non ilmmiah) antara lain :
1.
Kemampuan berbahasa tertulis : dengan menggunakan bahasa yang
benar
2.
Topiknya:
1.
up to date dan atau
2.
sesuai dengan keinginan dan yang terjadi di dalam kehidupan
masyarakat pembaca,
3.
memberikan solusi
4.
bukan hasil karya orang lain/meniru bahkan menjiplak
3.
Bahasanya mudah dimengerti oleh pembaca
4.
Tata cara penulisan sesuai kaidah penulisan ilmiah dan konsisten
1.
Penetapan judul
2.
Penulisan kalimat
3.
Penyusunan paragraf
4.
Kesinambungan antar paragraf
5.
Tujuan menulis
6.
Pengumpulan data
7.
Penelusuran
8.
Penulisan sumber serta cara pengutipan:
Referensi
yang digunakan tidak ketinggalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
3. Penyiapan Penulisan Ilmiah
Suatu tulisan ilmiah akan dibaca oleh orang lain, bahkan akan diguanakan
sebagai acuan dalam sebuah penulisan. Dalam ilmu perpustakaan dikenal
dengan istilah sitiran. Penggunaan sumber referensi tulisan orang berarti
menyitir (citing), sedangkan tulisan yang digunakan sebagai
acuan dinamakan disitir (Cited). Oleh sebab itu
sebelum memulai menulis diperlukan persiapan terlebih dahulu, berikut adalah
petunjuk penyiapan penulisan ilmiah:
1.Mengorganisir informasi:
Mengumpulkan
seluruh karya atau informasi yang berkaitan dalam suatu map
2. Mengidentifikasi pembaca
Karya
yang akan ditulis sangat ditentukan oleh tingkat pemahaman dan minat pembaca misalnya :
Tabel 1. TARGET PEMBACA TULISAN ILMIAH
|
JENIS TULISAN ILMIAH
|
PEMBACA
|
TARGET
|
|
Thesis
|
Penguji
|
Menilai hasil,
penilaian
|
|
Paper
|
Referensi ilmiah – referensi publik
|
Cek orisinalitas, kualitas, suitabel
Menyaring informasi
|
|
Proposal riset/penelitian
|
Pengambil kebijakan penelitian
|
Menilai kualitas dan kesesuaian dengan kegiatan
|
|
Artikel Populer
|
Umum
|
Diinformasikan kepada pembaca baru untuk kesenangan
|
3. Menetapkan tujuan
Menentukan subjek, masalah khusus yang menjadi isue, apa yang telah
dihasilkan pada karya terdahulu, metode apa yang akan
digunakan untuk mencapai tujuan.
4. Membuat outline
Biasanya satu atau dua halaman akan merinci atau membagi item menjadi
item yang lebih kecil. Selain itu juga untuk menghindari overlaping isi
tulisan
5. Kejelasan
Tulisan yang tidak rapi, membingungkan, mengaburkan dan menyesatkan
pembaca hampir pasti akan berdampak yang buruk pada masyarakat
ilmiah
6. Kejujuran dan kepercayaan
Dengan membaca artikel yang ditulis diharapkan akan menambah pengetahuan
dan pengalaman bagi pemcacanya. Hindari istilah yang
menyangatkan atau luar biasa.
7. Penyusunan draf pertama kemudian dikoreksi ulang selanjutnya
penyelesaian akhir penulisan
4. Format karya tulis ilmiah adalah
1.
i. Abstrak : Suatu abstrak disusun untuk
keperluan pembaca atau pemakai, yang merupakan versi ringkas atau poin
terpenting dari isi dokumen, sehingga akan membantu bagi pembaca/pemakai apakah
suatu dokumen bernilai atau tidak bagi seseorang.
2.
ii. Kata kunci (keywords)
3.
iii. Pendahuluan : Bagian ini biasanya berisi latar
belakang penulisan, tujuan penulisan atau menggambarkan apa yang akan
disampaikan dalam tulisan, jelas, tidak terlalu berlebihan
4.
iv. Bahan dan
Metode ( apabila dalam penelitian )
5.
v. Penutup atau Kesimpulan:
Bagian ini merangkumkan pokok-pokok yang menarik dan bagian-bagian ini
semestinya sudah muncul pada bagian isi.
6.
vi. Daftar Pustaka / Referensi : berisi sumber rujukan yang digunakan
dalam penulisan ilmiah tersebut. Ditulis dengan menggunakan format yang
baik dan rinci serta standar sesuai dengan jenis dokumennya. Misalnya
untuk jurnal berbeda dengan tesis atau laporan penelitian dsb.
7.
vii. Tabel dan gambar
viii Gaya penulisan artikel
pada jurnal ilmiah :
§ Sistematika
penulisan bab taat asas
§ Artikel
merupakan hasil penelitian
§ Diikuti
dengan gambar, tabel atau grafik
§ Cara
pengutipan mengikuti aturan baku
§ Pencantuman
nama penulis tanpa gelar diikuti dengan alamat penulis
§ Abstrak
berbahasa Inggris diikuti dengan kata kunci (keyword)
§ Sumber acuan
mutakhir dan lebih banyak jurnal
Kita
bandingkan dengan format tulisan populer yang hanya terdiri atas judul,
pendahuluan, isi dan kesimpulan. Tulisan populer tidak harus menggunakan
daftar referensi.
5. Beda terbitan ilmiah dan terbitan popular
Salah satu
ciri terbitan ilmiah adalah memuat artikel yang ditulis oleh pakar yang
berpengalaman di bidangnya . Terbitan ilmiah lebih ditujukan pada pembaca yang
ingin menambah informasi lebih ilmiah dari pada terbitan populer.
Berikut
perbedaan kriteria antara terbitan ilmiah dan terbitan popular.
Tabel 2. Perbedaan Kriteria
Terbitan Ilmiah dan Terbitan Populer
|
NO
|
KRITERIA
|
TERBITAN ILMIAH
( JURNAL)
|
TERBITAN POPULER
( MAJALAH )
|
|
1.
|
Iklan
|
Sedikit, biasanya untuk terbitan atau jasa sesuai dengan
disiplin/bidang yang dicakup
|
Banyak iklan, hampri memenuhi halaman dan berwarna
|
|
2.
|
Penampilan
|
Jelas, sederhana, hitam-putih, berisi gamar, grafik dan tabel
|
Menarik, mengkilap dengan gambar atau foto berwarna dan
ilustrasi
|
|
3.
|
Pembaca
|
Kalangan ilmiah: mahasiswa, dosen, peneliti
|
Umum
|
|
4.
|
Penulis
|
Ditulis oleh kalangan akademik di bidangnya
|
Jurnalis yang tidak memiliki keahlian di suatu bidang
|
|
5.
|
Redaksi
|
|
|
|
6.
|
Bahasa
|
Menggunakan bahasa ilmiah dan teknis sesuai disiplin/bidang
yang dicakkup
|
Menggunakan perbendaharaan yang sederhana, bukan teknis, dapat
dibaca sebagian besar masyarakat
|
|
7.
|
Tujuan/Maksud
|
Melaporkan hasil penelitian/kajian yang orisinil dengan dengan
percobaan, metode dan teori
|
Menginformasikan atau menghibur pembaca, menjual produk atau
mempromosikan sesuatu
|
|
8.
|
Sumber dokumentasi
|
Catatan kaki dan bibliografi
|
Sumber jarang disebutkan/disitir
|
|
9.
|
Contoh Referensi
|
|
|
Untuk
mengirimkan tulisan ilmiah kita untuk dipublikasikan lebih baik kita ketahui
terlebih dahulu jenis jurnal atau majalahnya, hal ini penting karena
disesuaikan dengan isi tulisan yang akan dimuat serta dalam rangka penghitungan
angka kredit.
Tulisan ilmiah dapat dipublikasikan ke majalah ilmiah maupun
majalah populer dengan kriteria tersebut di atas. Sebagai perbandingan
berikut adalah Perbandingan publikasi berseri yaitu majalah ilmiah, majalah
semi ilmiah dan majalah populer berdasarkan SK Kepala LIPI No. 722/Kep/H.1/83
Tentang Pedoman dan Persyaratan teknis penerbitan publikasi LIPI:
Tabel 3. Penerbitan Majalah
Ilmiah, Majalah semi Ilmiah dan Majalah populer
|
URAIAN
|
Majalah Ilmiah (Jurnal)
|
Majalah Semi Ilmiah
|
Majalah populer
|
|
Ruang lingkup
|
Bidang keilmuan/spesialisasi yang menjadi tugas lembaga
|
Bidang keilmuan/spesialisasi yang menjadi tugas lembaga secara
umum
|
Bidang keilmuawan secara umum
|
|
Jadwal terbit (frekuensi)
|
Sekurang-kurangnya setahun sekali
|
Sekurang-kurangnya setahun sekali
|
Sekurang-kurangnya dua kali setahun
|
|
Jumlah halaman
|
Sekurang-kurangnya 50 halaman
|
Sekurang-kurangnya 50 halaman
|
Sekurang-kurangnya 30 halaman sekali terbit
|
|
Format
|
Ukuran dan jenis kertas, tipe huruf, tata letak dsb ditetapkan
tersendiri oleh redaksi majalah ybs
|
Ukuran dan jenis kertas, tipe huruf, tata letak dsb,
ditetapkan oleh redaksi majalah ybs
|
Ukuran dan jenis kertas, tipe huruf, tata letak dsb,
ditetapkan oleh redaksi majalah ybs
|
|
Bahasa
|
Indonesia dengan abstrak dalam bahasa Inggris atau bahasa
Inggris dengan abstrak bahasa Indonesia
|
Indonesia dengan abstrak dalam bahasa Inggris dengan
terjemahan bahasa Indonesia
|
Bahasa Indonesia
|
ANGKA KREDIT BAGI PUSTAKAWAN
Kegiatan menulis bagi pustakawan
tingkat terampil maupun tingkat ahli dikategorikan ke dalam kegiatan pengembangan profesi (Poin IV),
yaitu Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang perpusdokinfo yang terdiri
atas beberapa kegiatan:
Tabel 4. RINCIAN KEGIATAN
PUSTAKAWAN DAN ANGKA KREDITNYA
|
KEGIATAN
|
RINCIAN
|
A K
|
|
a. Karya tulis ilmiah,
hasil penelitian, pengkajian survey dan atau
evaluasi di bidang perpusdokinfo yang dipublikasikan
|
1.
i. Dalam bentuk buku
yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional, setiap judul
2.
ii. Dalam makalah yang
diakui oleh instansi yang berwenang setiap naskah
|
12.5
6
|
|
1.
Karya tul b.
karya ilmiah hasil
penelitian,pengkajian survey, dan atau evaluasi di
bidang perpusdokinfo yang tidak
dipublikasikan, tetapi didokumentasikan di perpustakaan
|
1.
Dalam bentuk buku, setiap judul
2.
Dalam makalah, setiap naskah
|
8
4
|
|
c. Karya tulis/karya ilmiah
berupa tinjauan
atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di
bidang perpusdokinfo yang dipublikasikan
|
i Dalam bentuk buku yang diterbitkan atau diedarkan secara
nasionalsetiap judul
ii Dalam makalah yang diakui oleh instansi yang berwenang
|
8
4
|
|
d.Makalah berupa tinjauan
atau ulasan ilmiah dan analisis hasil uji coba dalam bidang perpusdokinfo
yang tidak dipublikasikan,
tetapi didokumentasikan dalam bentuk makalah, setiap naskah
|
|
3.5
|
|
e. Karya tulis/karya ilmiah popular di bidang perpusdokinfo
setiap tulisan yang merupakan satu kesatuan yang disebarluaskan melalui media
massa, setiap naskah
|
|
2
|
|
f. Karya tulis berupa prasaran, tinjauan, gagasan atau ulasan
ilmiah yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah diklat dan sejenisnya, setiap
naskah
|
|
2.5
|
Contoh Tulisan Yang Dapat Dihasilkan Bagi
Pustakawan
Hartono,
Hari. Solusi pustakawan profesional yang diperlukan bagi masa depan
Indonesia. Media
Pustakawan: media komunikasi antar pustakawan,10(3)2003:12-15
Suwahyono, Nurasih dan Sri
Purnomowati. Pedoman penampilan majalah ilmiah Indonesia. Jakarta: Pusat
Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI, 2002.38 hal.
Sri Hartinah; Davis,
M.; Hydari, A.; Kent, P. (2001). Indonesian nutrition research
papers 1979-2000: A bibliometric analysis. In: 8th International Conference on
Scientometrics and Informetrics: Proceedings – ISSI-2001. Sydney
Australia, 16-20 July.Sydney: Bibliometric and Informetric Research Group
(BIRG), University ofNew South Wales (UNSW), pp.225-234.
PENUTUP
Teori penulisan ilmiah baik berupa karya tulis maupun karya
ilmiah lainnya sangatlah luas untuk dipelajari yaitu mulai dari penyiapan,
struktur format, aturan penulisan sampai pada penggunaan gaya bahasa .
Namun hal yang sangat penting adalah latihan dan membiasakan diri untuk
menulis, karena menyampaikan teori penulisan sama saja dengan menyampaikan
teoti cara berenang. Teori ini tidak akan dapat bermanfaat apabila tidak
langsung dipraktekan atau latihan. Dari latihan akan muncul pengalaman-pengalaman
dan akan semakin baik. Banyak buku yang membahas teori penulisan dari
sudut pandang yang berbeda-beda. Makalah ini adalah sebagian kecil dari
teori penulisan ilmiah secara keseluruhan, karena Diklat ini dikhususkan untuk
para pustakawan sehingga lebih banyak ditujukan bagi pustakawan
Indonesia.
Daftar Pustaka
Ashby, Mike. 2000. How to write a
paper. Cambridge: Engineering Department, University of Cambridge. 37 p.
D’Hoker, Eric. 2004. Guideline for
scientific writing. Los Angeles: University of California, Department of
Phisic and Astronomy. 9 p.
Dharma, Surya. 2002. Kebijakan
pengembangan jurnal ilmiah di Perguruan Tinggi..
Disajikan Dalam rangka
Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah 21-25 Oktober 2002.di
Universitas Tanjungpura. Departemen Pendidikan Nasional
Gopen, George D and Judith A.
Swan. 1990. The Science of scientific writing.
American Scientist, 78(Nov-Dec): 550-558. Retype in internet
Hermanto. 2004. Faktor penghambat
pustakawan menulis artikel di surat kabar. Jurnal
Perpustakaan Pertanian, 13 (2): 25-32
RI-Departemen Pertanian. 1998.
Pedoman Penulisan laporan dan atau publikasi ilmiah. Jakarta: Badan Penelitian
dan Pengembangan Pertanian. 16 hlm.
RI-Perpustakaan Nasional.2004.
Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI
No. 10 Tahun
2004. Tenttang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka
Kreditnya. 135 hlm.
Characteristics of scholarly and
popular writing. UBC
Schulman,
E Robert. How to Write a Scientific Paper. Annals
of Improbable Research
2 (5): 8
Sobary, Mohamad. 1997. Proses
penulisan populer. Makalah disampaikan untuk Seminar Sehari Penulisan Ilmiah
dan Populer. IPI Jakarta Selatan
Sulistyo-Basuki. 1997. Penulisan
Makalah dan buku Ilmiah. Makalah disampaikan untuk Seminar Sehari
Penulisan Ilmiah dan Populer. IPI Jakarta Selatan.
Sumber: Arifin, E.
Zaenal.1998. Dasar-dasar Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
http://www.kompasiana.com/blankstate/tahap-tahap-penyusunan-karangan-ilmiah_54f41169745513a32b6c853b
No comments:
Post a Comment